Rabu, 01 Maret 2017

Cerita cengeng di pagi hari

Cirebon akan jadi kota kenangan kesekian kalinya di hidup ini, bermula dari kebimbangan saat itu, sampai akhirnya aku memutuskan kota ini untuk melanjutkan D4, aku tidak bisa memungkiri keputusan ini ada sangkut pautnya dengannya. Dia yang saat itu menawarkan kuliah D4 yg nampaknya akan menyenangkan dengan kehadirannya. Sampai akhirnya.. cuma 1 bulan harapan itu berjalan dengan tidak mulus pastinya, bukan seperti yg kita ekspektasikan sebelumnya.
Tapi aku tak pernah menyesali sedikitpun keputusan ini. Aku bertemu banyak hal di kota ini, yang bisa aku jadikan pelajaran berharga di hidup ini tentunya.
Aku bertemu dengan realita yang nyatanya jauh dari apa yang aku ekspektasikan, aku bertemu dengan banyak teman baru, karakter baru, dosen2 baru, dan pribadi baru tentang diriku saat ini.
Aku bertemu 1 teman, yang darinya aku belajar banyak pelajaran berharga, belajar mempelajari hidup seperti apa yang ia jalani, belajar tentang hal baru, dan pikiran-pikiran dia yang kemudian membuat aku semakin belajar tentang kehidupan ini. Jujur, awalnya aku suka karena parasnya yg rupawan. Kemudian,  aku tiba-tiba tidak suka dengan pemikirannya tentang pendidikan. Sampai akhirnya kita sekarang, hmm.. aku rasa jadi teman dekat. Dia sekarang suka mencurahkan perasaanya padaku, tentang kehidupan dia. Makanya aku katakan tadi, aku belajar banyak darinya.
Aku juga baru tahu kalau akhirnya aku menemukan hal yg sama antara aku dengannya. Aku tidak semakin jatuh cinta.. tapi aku kagum dan akan berterimakasih banyak padanya telah mengijinkan aku masuk kehidupnya,  telah mengajarkan aku kehidupan, telah membirkan aku belajar banyak dari pemikirannya, dan telah menjadikan aku temannya.
Mungkin kalau aku rindu kota ini, salah satu hal yang aku rindukan adalah kamu. Temanku Abdul Somat ☺.

Kamis, 26 Januari 2017

Puisi 7

Puisi Rangga 1

Menanti fajar
Menghempaskan keheningan malam
Rasa resah kian menyiksa
Mengharap dewa-dewa cinta menjawab  rasa

Ah.. aku tak tau lagi
Diri siapa yang sedang ku puja
Rupanya hampir memakan separuh jiwa

Pancaranmu menusuk kalbu
Mencoba merasuk ke relung jiwa
Entah siapa yang semalam tadi aku cari
Bayangnya pun tak kian nampak di upuk mata

Sial...
Lagi-lagi aku terjebak
Hampir meronta aku di buatnya
Siapa lagi dirimu???
Aku masih tak mampu menatapmu

Sang fajar kini tlah datang
Menjawab kegelisahan yang ku rasa
Rangga.. ternyata dirimu yang slama ini ku cari

Kamis, 15 Desember 2016

Puisi 6

SAJAK KEHILANGAN
Karya : Anastasya Rizky Meilawathie

Seandainya hujan mengguyur kita, bahkan kilatan petir tak memberi ampun kepada kita
Maka aku katakan, jangan lepaskan genggamanku kawan

Seandainya terik mentari tak memberi celah, membuat lengan2 kita terbakar karena sinarnya
Maka aku katakan, jangan lepaskan genggamanku kawan

Seandainya deburan ombak tak henti2nya  menenggelamkan kita kedalam lautan
Maka aku katakan, jangan lepaskan genggamanku kawan

Seandainya pasir2 itu menggulung kita dan menimbun kita dalam hamparan gurun sahara
Maka aku katakan, jangan lepaskan genggamanku kawan

Seandainya langakah2 kita tak juga kian mampu membawa kita kepuncak semeru
Maka aku katakan, jangan lepaskan genggamanku kawan

Dan seandainya aku masih bisa terus menggenggam tanganmu dan mengucapkan 'jangan lepaskan genggamanku kawan'

Senin, 15 Desember 2014

Puisi 5



Putih Nampak Hitam
Karya : Anastasya Rizky Meilawathie

Putihnya susu kurasa manis
Saat datangnya kamu di ambang hidupku
Bukan karena rasanya
Namun aku terbuai karena kehadirnya

Kini, putihnya susu tak lagi nampak oleh tintamu
Manisnya buah apel, tak lagi senang ku liat
Ulat menggrogoti setiap jengkalnya

Ah.. malam sungguh malang nasibmu
Baru mencicipi manisnya
Namun telah habis oleh ulatnya

buat kamu ombak yang menyapaku, dan memanggilku untuk pergi bersamamu =')

Sabtu, 13 Desember 2014

Puisi 4




NEGARA IMPIAN
Karya : Anastasya Rizky Meilawathie


Aku punya negara impian
Negara yang santun
Dengan berjuta umat manusianya

Aku punya negara impian
Berjuta pulau
Bermacam suku, bahasa, dan agama

Aku punya negara impian
Bersatu dalam perbedaan
Dengan persatuan “Bhineka Tunggal Ika”

Aku punya negara impian
Negara nan indah
Kekayaan alam nan melimpah

Aku punya negara impian
Di mana kedok kemunafikkan tersusun apik dibelakangnya

Aku punya negara impian
Di mana sengketa antar saudara bukan hal tabu untuk di dengar

Aku punya negara impian
Dengan peringkat korupsi nomor 1 di Asia Tenggara

AKU PUNYA NEGARA IMPIAN
Negara yang bebas kemunafikkan
Bebas perselisihan
Bebas korupsi, kolusi, dan nepotisme

AKU PUNYA NEGARA IMPIAN
Di mana rakyatlah pemeran utama dalam pemerintahan
Di mana pemerintah peduli teradap rakyatnya

AKU PUNYA NEGARA IMPIAN
Dengan SDM yang hebat
Dan pemuda yang berani melawan kebodohan

Aku punya negara impian
Negara Indonesia


Kamis, 20 November 2014

Puisi 3


MULA

Karya : Anastsaya Rizky Meilawathie

Ku tarik bibir ini, sunggingkan senyum keikhlasan
Baru ku rasakan lagi,  hal yang mengusik relung hati
Risih rasanya, namun aku tergesah ceritakan engkau
Engkau yang. anehhh....
Padahal hanya singkat perjumpaan kita
Sepekan perjumpaan itu, kita bersama

Tak pernah terpikir, dunia ini kembali
Sejak lama ku tepis rasa ini, berharap datang kembali saat waktunya tiba
Namun tak kuasa ku menepisnya
Lidahku kelu, rasa aneh ini mulai meramu malamku

Bersamamu ombak aku berlari
Mencoba berlari-lari dan menemukan siapakah gerangan dirimu
Aku masih mencoba berlari dan menikmati alunan lagu
Lagu-lagu cinta tentang engkau dan rasa.